Sejumlah kalangan sampai saat ini masib ada yang bingung terkait perbedaan gigi susu dan gigi permanen. Padahal perbedaan ini sangat terlihat dan dapat dirasakan oleh semua kalangan mulai dari jumlah, bentuk, dan warna gigi.
Namun apabila kalian adalah salah satunya yang belum memahami terkait perbedaan tersebut, tak perlu khawatir. Karena pada kesempatan kali ini kami akan memberikan informasi menarik tentang perbedaan gigi susu anak dengan gigi permanen yang dimiliki kalangan dewasa.
Perbedaan Gigi Susu dan Gigi Permanen
Terdapat beberapa perbedaan gigi susu dan gigi permanen yang dapat kita lihat secara nyata. Namun perbedaan ini terkadang tidak diketahui oleh sejumlah kalangan, karena memang memiliki ciri dan fungsi masing-masing.
Setidaknya dengan mengetahui perbedaan antara gigi susu dan permanen bisa menjadi tambahan pengetahuan terkait jenis gigi. Nah inilah beberapa perbedaan yang sekiranya dapat kita pahami terkait jenis gigi susu anak dan gigi permanen kalangan dewasa.
Jumlah dan Komposisi Gigi
Perbedaan pertama yang begitu nyata adalah dari jumlah gigi dan komposisi yang dimiliki. Adapun untuk gigi susu anak memiliki jumlah 20, yang terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi masing-masing.
Bagian tersebut antara lain empat gigi seri depan, empat gigi seri samping, empat gigi taring, dan empat gigi geraham. Sementara itu untuk gigi permanen kalangan dewasa jumlahnya lebih banyak yaitu 32 gigi.
Susunan gigi permanen kalangan dewasa terbagi menjadi 8 gigi seri, 4 gigi taring, 8 gigi geraham, dan 12 gigi geraham belakang.
Bentuk Gigi
Seperti yang kita tahu bahwa gigi susu dimiliki oleh anak-anak dengan jumlah lebih sedikit yaitu 20 gigi. Karena sifatnya yang belum permanen, dari segi bentuk pun gigi susu berbeda dengan gigi permanen.
Adapun gigi susu ini memiliki bentuk yang lebih kecil dibandingkan milik kalangan dewasa, karena sejatinya fungsinya adalah sebagai pelindung calon gigi permanen. Tak hanya itu saja, biasanya gigi permanen bagian depan akan memiliki mamelon.
Bentuk dari mamelon itu senditi berupa tonjolan kecil pada bagian gigi yang nantinya lambat laun seiring berjalannya waktu akan menghilang. Mamelin ini muncul ketika seseorang sudah menginjak usia remaja menuju dewasa, yang mana gigi susu bagian depan sudah berganti dengan permanen.
Lapisan Enamel dan Dentin Gigi
Perbedaan lain antara kedua jenis gigi ini dapat dirasakan pada bagian enamel serta dentin gigi. Pastinya sejumlah kalangan sudah banyak yang tahu bahwa enamel merupakan bagian terluar gigi berfungsi sebagai pelindung.
Sementara dentin merupakan lapisan yang lebih sensitif dan terletak pada bagian bawah enamel. Baik enamel dan dentin saat seseorang masih menginjak masa anak atau memiliki gigi susu, maka lapisan tersebut lebih tipis.
Lapisan enamel pada kalangan dewasa jelas lebih kuat, karena memiliki ketebalan yang lebih dibandingkan dengan gigi susu. Sehingga meminimalisir terasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman bersuhu ekstrim.
Warna Gigi
Perbedaan lain yang dapat terlihat antara gigi pada anaka dan kalangan sewsa adalah dari bagian warnanya. Untuk gigi susu memang terlihat lebih putih karena lapisan enamel masih lebih tipis.
Sementara itu untuk gigi permanen biasanya nampak lebih kekuningan karena lapisan enamel gigi yang semakin tebal. Tak hanya itu saja, pengaruh konsumsi makanan tertentu dan juga aktivitas pola hidup yang kurang sehat juga bisa mempengaruhi gigi menjadi tampak kekuningan.
Seperti misalnya suka minum kopi dan merokok, maka warna gigi yang semual berwarna putih bersih lama kelamaan akan mengalami luntur. Itulah mengapa sebabnya terjadi perbedaan warna gigi antara usia anak dengan kalangan dewasa.
Akhir Kata
Demikianlah informasi yang dapat kami berikan pada para pembaca tentang perbedaan gigi susu dan gigi permanen. Semoga dengan hadirnya informasi ini dapat menambah pengetahuan para pembaca, khususnya terkait gigi susu anak dan gigi permanen milik orang dewasa. Nantikan beragam informasi menarik lain seputar kesehatan mulut dan gigi, dengan selalu mengunjungi website Opal Dental.